Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Mutu Inderawi, Kesukaan Masyarakat dan Kadar Protein Kulit Panada Komposit Telur Bebek dengan Telur Ayam

Food Science and Culinary Education Journal · Vol. 13 No. 2 (2025) · pp. 63–71

DOI
10.15294/fsce.v13i2.1614
ISSN
2829-355X, 2252-6587
Published
2025-12-15
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penelitian ini menggunakan komposit telur bebek dalam pembuatan kulit panada. Penggunaan telur bebek diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein dan mutu kulit panada. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar protein, tingkat kesukaan masyarakat dan mutu inderawi pada kulit panada. Objek penelitian adalah kulit panada komposit telur bebek dengan telur ayam dengan presentase: 0%: 100%, 60%: 40%, 80%: 20% dan 100%: 0%. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui kadar protein adalah uji laboratorium dengan uji kjehdahl. Uji kesukaan menggunakan teknik analisis data yaitu analisis deskriptif. Teknik analisis data untuk mutu inderawi menggunakan analisis klasifikasi tunggal (Anova) dan dilanjut uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pada kadar protein, kesukaan masyarakat dan mutu inderawi kulit panada. Kandungan protein paling tinggi diperoleh sampel dengan penggunaan telur bebek 100% yaitu sebesar 24,32%. Sampel yang paling disukai masyarakat yaitu dengan penggunaan telur bebek 100% dengan rerata keseluruhan 5,41. Hasil Anova pada mutu inderawi aspek rasa, aroma, warna dan tekstur terdapat perbedaan sehingga dilanjutkan uji tukey. Hasil uji tukey terdapat sampel yang memiliki perbedaan signifikan pada aspek rasa, aroma, warna dan tekstur.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 104 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Tadulako University
  • Universitas Trisakti
  • Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Sebelas Maret University
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Octavianti ParamitaAffiliation unknown7
Wahyuningsih WahyuningsihTadulako University5
Pudji AstutiUniversitas Trisakti5
Rosidah RosidahAffiliation unknown4
Siti FatonahSunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta2
WahyuningsihAffiliation unknown2
Bambang Sugeng SuryatnaAffiliation unknown2
Khansa SofrianaAffiliation unknown2
fifi agdaniAffiliation unknown2
Bambang SugengAffiliation unknown2
Rosalia Amanda PratiwiAffiliation unknown2
Suparno SuparnoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Joko NurkamtoSebelas Maret University1
SarwiAffiliation unknown1
Romiyatun Mijiling AAffiliation unknown1
Angga PratiwiAffiliation unknown1
Lia Maretiana SafitriAffiliation unknown1
Laela Rahma AgustinAffiliation unknown1
Iman R. H. SoesantoAffiliation unknown1
Rizki I. RositaAffiliation unknown1
Ariyani TantiAffiliation unknown1
Riris Dian SafitriAffiliation unknown1
Laode NataliaAffiliation unknown1
Valeria ZebuaAffiliation unknown1
Dian LorenzaAffiliation unknown1
Najla Khairunnisa SalsabilaAffiliation unknown1
Meutia Jeihan Ardi FarieraAffiliation unknown1
Putri HammidhaAffiliation unknown1
Paramita OktaviantiAffiliation unknown1
Hanifa RiantiAffiliation unknown1
Rahmawati MulyanaAffiliation unknown1
Evi RohmiyatiAffiliation unknown1
Muhammad RidhafaAffiliation unknown1
hikmah nurazizahAffiliation unknown1
Fathur Rahman SatrioAffiliation unknown1
RRifda Dyah Ayu Wulandari KhafindaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Mutu Inderawi, Kesukaan Masyarakat dan Kadar Protein Kulit Panada Komposit Telur Bebek dengan Telur Ayam</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Refika Adinda Inka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhammad Ansori</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rosidah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Siti Fathonah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kulit panada</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Panada</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">telur bebek</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kadar protein</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> mutu inderawi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kesukaan masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini menggunakan komposit telur bebek dalam pembuatan kulit panada. Penggunaan telur bebek diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein dan mutu kulit panada. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar protein, tingkat kesukaan masyarakat dan mutu inderawi pada kulit panada. Objek penelitian adalah kulit panada komposit telur bebek dengan telur ayam dengan presentase : 0% : 100%, 60% : 40%, 80% : 20% dan 100% : 0%. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui kadar protein adalah uji laboratorium dengan uji kjehdahl. Uji kesukaan menggunakan teknik analisis data yaitu analisis deskriptif. Teknik analisis data untuk mutu inderawi menggunakan analisis klasifikasi tunggal (Anova) dan dilanjut uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pada kadar protein, kesukaan masyarakat dan mutu inderawi kulit panada. Kandungan protein paling tinggi diperoleh sampel dengan penggunaan telur bebek 100% yaitu sebesar 24,32%. Sampel yang paling disukai masyarakat yaitu dengan penggunaan telur bebek 100% dengan rerata keseluruhan 5,41. Hasil Anova pada mutu inderawi aspek rasa, aroma, warna dan tekstur terdapat perbedaan sehingga dilanjutkan uji tukey. Hasil uji tukey terdapat sampel yang memiliki perbedaan signifikan pada aspek rasa, aroma, warna dan tekstur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/article/view/1614</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/fsce.v13i2.1614</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Food Science and Culinary Education Journal; Vol. 13 No. 2 (2024); 63-71</dc:source>
	<dc:source>2829-355X</dc:source>
	<dc:source>2252-6587</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/article/view/1614/7487</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Food Science and Culinary Education Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>