Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Pemanfaatan Kulit Ari Kedelai dengan Penambahan Wijen untuk Pembuatan Yoghurt Artifisial

Food Science and Culinary Education Journal · Vol. 12 No. 2 (2024) · pp. 60–68

DOI
10.15294/focuze.v12i2.59934
ISSN
2829-355X, 2252-6587
Published
2024-03-27
Publisher
Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Pemanfaatan kulit ari kedelai menjadi yoghurt merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan dan penanganan limbah kulit ari kedelai. Yoghurt merupakan produk olahan makanan yang dihasilkan melalui fermentasi bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesukaan, kandungan kadar lemak dan baktei coliform pada yoghurt artifisial dengan penambahan wijen dengan perbedaan 0%(kontrol), 6%, 10%, dan 14%. Uji kesukaan dilakukan terhadap 80 orang. Analisis kandungan kadar lemak menggunakan metode Soxhlet dan jumlah bakteri coliform menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Data uji kesukaan dianalisis menggunakan Kruskal-wallis. Kemudian dilanjutkan uji Mann-Whitney apabila terdapat perbedaan kesukaan pada yoghurt artifisial penambahan wijen. Hasil uji kesukaan menunjukkan ada perbedaan pada indikator rasa asam dan rasa manis, serta tidak ada perbedaan pada indikator keseluruhan, warna putih khas yoghurt, aroma khas yoghurt, aroma langu, kekentalan, dan konsistensi homogen. Kadar lemak pada sampel A (0%) sebesar 0,140%, sampel B (6%) sebesar 0,340%, sampel C (10%) sebesar 0,280%, dan sampel D (14%) sebesar 0,240%. Jumlah bakteri coliform pada sampel A (0%) sebesar 0,38x105 ml, B (6%) sebesar 0,28x105 ml, C (10%) sebesar 0,21x105 ml, dan D (14%) sebesar 0,19x105 ml. Kedua hasil tersebut sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kadar lemak yoghurt yaitu 0,6-2,9 dan bakteri colifom maksimal 10ml.

Collaboration network of the authors

40 authors · 104 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Trisakti
  • Tadulako University
  • Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad AnsoriAffiliation unknown7
Rosidah RosidahAffiliation unknown5
RosidahAffiliation unknown3
Wahyuningsih WahyuningsihTadulako University3
Bambang Sugeng SuryatnaAffiliation unknown3
Pudji AstutiUniversitas Trisakti3
WahyuningsihAffiliation unknown2
Khansa SofrianaAffiliation unknown2
fifi agdaniAffiliation unknown2
SarwiAffiliation unknown1
Romiyatun Mijiling AAffiliation unknown1
Angga PratiwiAffiliation unknown1
Lia Maretiana SafitriAffiliation unknown1
Laela Rahma AgustinAffiliation unknown1
Refika Adinda InkaAffiliation unknown1
Nursanti Izzatullaili AdnaniAffiliation unknown1
Saptariana SaptarianaAffiliation unknown1
Nur Aini Halimah YuliantiAffiliation unknown1
Siti FatonahSunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta1
Valeria ZebuaAffiliation unknown1
Nilna FirchaAffiliation unknown1
Rahmawati MulyanaAffiliation unknown1
Evi RohmiyatiAffiliation unknown1
Rosalia Amanda PratiwiAffiliation unknown1
hikmah nurazizahAffiliation unknown1
RRifda Dyah Ayu Wulandari KhafindaAffiliation unknown1
Fariski Bagus SetiawanAffiliation unknown1
Latifah NurhalimahAffiliation unknown1
Dyah NuraniAffiliation unknown1
Paramitha RahayuAffiliation unknown1
Meddiati FajriAffiliation unknown1
Nindyaninggar Al Gupita SariAffiliation unknown1
Ambar SariAffiliation unknown1
Titis Budi RahayuAffiliation unknown1
Muhammad MuhlisunAffiliation unknown1
Atika Nur FauziyahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/fsce/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Kulit Ari Kedelai dengan Penambahan Wijen untuk Pembuatan Yoghurt Artifisial</dc:title>
	<dc:creator>Amaliani, Hannifah Rizky</dc:creator>
	<dc:creator>Paramita, Octavianti</dc:creator>
	<dc:creator>Supriyatna, Bambang Sugeng</dc:creator>
	<dc:creator>Fathonah, Siti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanfaatan kulit ari kedelai menjadi yoghurt merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan dan penanganan limbah kulit ari kedelai. Yoghurt merupakan produk olahan makanan yang dihasilkan melalui fermentasi bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesukaan, kandungan kadar lemak dan baktei coliform pada yoghurt artifisial dengan penambahan wijen dengan perbedaan 0%(kontrol), 6%, 10%, dan 14%. Uji kesukaan dilakukan terhadap 80 orang. Analisis kandungan kadar lemak menggunakan metode Soxhlet dan jumlah bakteri coliform menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Data uji kesukaan dianalisis menggunakan Kruskal-wallis. Kemudian dilanjutkan uji Mann-Whitney apabila terdapat perbedaan kesukaan pada yoghurt artifisial penambahan wijen. Hasil uji kesukaan menunjukkan ada perbedaan pada indikator rasa asam dan rasa manis, serta tidak ada perbedaan pada indikator keseluruhan, warna putih khas yoghurt, aroma khas yoghurt, aroma langu, kekentalan, dan konsistensi homogen. Kadar lemak pada sampel A (0%) sebesar 0,140%, sampel B (6%) sebesar 0,340%, sampel C (10%) sebesar 0,280%, dan sampel D (14%) sebesar 0,240%. Jumlah bakteri coliform pada sampel A (0%) sebesar 0,38x105 ml, B (6%) sebesar 0,28x105 ml, C (10%) sebesar 0,21x105 ml, dan D (14%) sebesar 0,19x105 ml. Kedua hasil tersebut sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kadar lemak yoghurt yaitu 0,6-2,9 dan bakteri colifom maksimal 10ml.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/fsce/article/view/59934</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/focuze.v12i2.59934</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Food Science and Culinary Education Journal; Vol 12 No 2 (2023); 60 - 68</dc:source>
	<dc:source>2829-355X</dc:source>
	<dc:source>2252-6587</dc:source>
	<dc:source>10.15294/focuze.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/fsce/article/view/59934/26533</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Food Science and Culinary Education Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>