Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis pada Tiap Gaya berpikir Gregorc

PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika · Vol. 3 (2020) · pp. 650–659

ISSN
2613-9189
Published
2020-02-28
Publisher
Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Language
eng

Abstract

Rendahnya pemahaman terhadap karakteristik siswa menjadi salah satu faktor penyebab penurunan kualitas pembelajaran. Oleh itu guru diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai karakteristik siswa dalam pembelajaran sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Oleh karena itu artikel ini bertujuan untuk menjelaskan teori kemampuan berpikir kreatif matematis dan gaya berpikir Gregorc sehingga dapat diperoleh hubungan antara kedua teori tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature tentang kemampuan berpikir kreatif matematis dan gaya berpikir Gregorc. Berpikir kreatif matematis di tingkatan sekolah tidak mengharapkan karya yang luar biasa melainkan mampu menawarkan wawasan baru dalam penyelesaian permasalahan matematika dengan berlandaskan aspek kelancaran, fleksibilitas, elaborasi, dan originalitas. Gaya berpikir menjadi salah satu faktor perbedaan tingkatan berpikir kreatif. Gaya berpikir Gregorc terdiri atas Sekuensial Konkret (SK), Acak Konkret (AK), Sekuensial Abstrak (SA), dan Acak Abstrak (AA). Ciri SK antara lain: akurat, stabil, dan terorganisasi. Ciri SA adalah analitis, objektif, teliti, logis, dan sitematis. Ciri AK yaitu: sensitif, imajinatif, spontan, dan fleksibel. Ciri AA antara lain: intuitif, realistis, inovatif, dan mengikuti naluri. Berdasarkan Ciri gaya berpikir maka siswa dengan gaya berpikir AK dan AA dianggap memiliki aspek berpikir kreatif matematis.

Collaboration network of the authors

40 authors · 257 co-authorship links · 11 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wardono WardonoAffiliation unknown20
Rochmad RochmadAffiliation unknown11
Masrukan MasrukanState University of Semarang10
Scolastika MarianiState University of Semarang10
Mulyono MulyonoAffiliation unknown10
Iwan JunaediState University of Semarang7
Tri Sri Noor AsihAffiliation unknown6
Hardi SuyitnoAffiliation unknown6
Supriyadi SupriyadiAffiliation unknown5
Kristina WijayantiAffiliation unknown5
Isnarto IsnartoAffiliation unknown5
Endang SusilaningsihState University of Semarang4
Sunarmi SunarmiAffiliation unknown4
Zaenuri MasturAffiliation unknown4
Isti HidayahAffiliation unknown4
Walid WalidState University of Semarang4
Ani RusilowatiState University of Semarang3
B SiswantoAffiliation unknown3
Ami AriyaniAffiliation unknown3
Rahayu Budhiati VeronicaAffiliation unknown3
St. Budi WaluyaAffiliation unknown3
Zaenuri ZaenuriState University of Semarang3
Mohammad AsikinAffiliation unknown3
Endang Retno WinartiAffiliation unknown3
Mashuri MashuriAffiliation unknown3
Isnaini RosyidaAffiliation unknown3
Saiful RidloState University of Semarang2
Sugianto SugiantoUniversitas Nahdlatul Ulama Blitar2
Riza ArifudinState University of Semarang2
Endang SugihartiState University of Semarang2
Suhito SuhitoAffiliation unknown2
Putriaji HendikawatiAffiliation unknown2
Muhammad KhumaediAffiliation unknown2
Nur Karomah DwidayatiAffiliation unknown2
Adi Nur CahyonoAffiliation unknown2
Hery SutartoState University of Semarang2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis pada Tiap Gaya berpikir Gregorc</dc:title>
	<dc:creator>Munahefi, Detalia Noriza</dc:creator>
	<dc:creator>Kartono, Kartono</dc:creator>
	<dc:creator>Waluya, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Dwijanto, Dwijanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rendahnya pemahaman terhadap karakteristik siswa menjadi salah satu faktor penyebab penurunan kualitas pembelajaran. Oleh itu guru diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai karakteristik siswa dalam pembelajaran sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Oleh karena itu artikel ini bertujuan untuk menjelaskan teori kemampuan berpikir kreatif matematis dan gaya berpikir Gregorc sehingga dapat diperoleh hubungan antara kedua teori tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature tentang kemampuan berpikir kreatif matematis dan gaya berpikir Gregorc. Berpikir kreatif matematis di tingkatan sekolah tidak mengharapkan karya yang luar biasa melainkan mampu menawarkan wawasan baru dalam penyelesaian permasalahan matematika dengan berlandaskan aspek kelancaran, fleksibilitas, elaborasi, dan originalitas. Gaya berpikir menjadi salah satu faktor perbedaan tingkatan berpikir kreatif. Gaya berpikir Gregorc terdiri atas Sekuensial Konkret (SK), Acak Konkret (AK), Sekuensial Abstrak (SA), dan Acak Abstrak (AA). Ciri SK antara lain: akurat, stabil, dan terorganisasi. Ciri SA adalah analitis, objektif, teliti, logis, dan sitematis. Ciri AK yaitu: sensitif, imajinatif, spontan, dan fleksibel. Ciri AA antara lain: intuitif, realistis, inovatif, dan mengikuti naluri. Berdasarkan Ciri gaya berpikir maka siswa dengan gaya berpikir AK dan AA dianggap memiliki aspek berpikir kreatif matematis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Matematika FMIPA UNNES</dc:publisher>
	<dc:date>2020-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/37590</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; 650-659</dc:source>
	<dc:source>2613-9189</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/37590/15536</dc:relation>
</oai_dc:dc>