Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Rasio Daging Buah Nipah Dan Tepung Ketan Putih Pada Pembuatan Dodol Buah Nipah (Nypa fructicans)

Jurnal Fish Protech · Vol. 5 No. 1 (2022) · pp. 1–8

DOI
10.33772/jfp.v5i1.25087
ISSN
2621-1475
Published
2022-04-25
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Nipah merupakan tanaman yang tumbuh subur hampir disepanjang garis pantai Indonesia, dimana tanaman tersebut sebagian wilayah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pemanfaatan dalam bentuk pengolahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio buah nipah dan tepung ketan terhadap nilai sensorik dan daya terima dodol buah nipah perbedaan nilai proksimat (kadar air, lemak, dan karbohidrat total). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yaitu kombinasi penggunaan tepung ketan dan bubur daging buah nipah, berturutturut: 100:0% (P1), 85:15% (P2), 80:20% dan 75:25%, dan diulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa dodol dengan penambahan bubur daging buah nipah berpengaruh tidak nyata terhadap nilai sensori warna dan aroma sedangkan pada atribut tekstur, rasa dan kekenyalan dodol tepung ketan dengan penambahan bubur daging buah nipah berpengaruh nyata. Nilai sensori warna dan aroma tertinggi terdapat pada perlakuan P3 3.80 (suka) dan 3.80 (suka), tekstur, rasa dan kekenyalan terdapat pada perlakuan P2 4.45 (suka) 4.47 (suka) dan 4.43 (suka). Nilai uji proksimat terbaik terdapat pada perlakuan D1 dengan nilai kadar air dan kadar lemak dengan nilai 19.76%, dan 5.51% dan kadar karbohidrat total 60.87%. Kata Kunci: Dodol, bubur daging buah nipah, nilai sensori, tepung ketan putih

Collaboration network of the authors

40 authors · 95 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Malang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Kobajashi Togo IsamuAffiliation unknown15
Asnani AsnaniAffiliation unknown8
Haslianti HasliantiAffiliation unknown8
Andi Besse PatadjaiAffiliation unknown4
Mohamad Nuh IbrahimAffiliation unknown4
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo3
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo3
Shalawatun Amaliah FatimahAffiliation unknown2
Moh. Nuh IbrahimAffiliation unknown2
Mita Gebriella IntheAffiliation unknown2
La RiandaAffiliation unknown1
Riki SusantoAffiliation unknown1
Karmila DawistaAffiliation unknown1
Arum Ayu Gustiara Absyah SalehAffiliation unknown1
Nita Pratiwi IdhamAffiliation unknown1
Asman AsmanAffiliation unknown1
Jusman JusmanAffiliation unknown1
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode SarinaAffiliation unknown1
Fajrin AssidikAffiliation unknown1
Erma YunikaAffiliation unknown1
Mimin Kaidah IndayaniAffiliation unknown1
Rahdi Fajar MiftahulkhairAffiliation unknown1
Ashar SuhadarAffiliation unknown1
Karmin KarminAffiliation unknown1
Asriadi RahmatAffiliation unknown1
Yosi Ananda DewiAffiliation unknown1
La TandaAffiliation unknown1
Athira AthiraAffiliation unknown1
Noviyanti LundaAffiliation unknown1
Sakir SakirAffiliation unknown1
Rhenislawaty RhenislawatyAffiliation unknown1
Rita SaharaAffiliation unknown1
Iin Caroline ArpinAffiliation unknown1
Lia MitraAffiliation unknown1
Tri Adiyat BadrinAffiliation unknown1
Muhammad YunusUniversitas Islam Malang1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Rasio Daging Buah Nipah Dan Tepung Ketan Putih Pada Pembuatan Dodol  Buah Nipah (Nypa fructicans)</dc:title>
	<dc:creator>Saputra, Idham</dc:creator>
	<dc:creator>Thamrin, Thamrin</dc:creator>
	<dc:creator>suwarjoyowirayatno, suwarjoyowirayatno</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nipah merupakan tanaman yang tumbuh subur hampir disepanjang garis pantai Indonesia, dimana tanaman tersebut sebagian wilayah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pemanfaatan dalam bentuk pengolahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio buah nipah dan tepung ketan terhadap nilai sensorik dan daya terima dodol buah nipah perbedaan nilai proksimat (kadar air, lemak, dan karbohidrat total). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yaitu kombinasi penggunaan tepung ketan dan bubur daging buah nipah, berturutturut: 100:0% (P1), 85:15% (P2), 80:20% dan 75:25%, dan diulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa dodol dengan penambahan bubur daging buah nipah berpengaruh tidak nyata terhadap nilai sensori warna dan aroma sedangkan pada atribut tekstur, rasa dan kekenyalan dodol tepung ketan dengan penambahan bubur daging buah nipah berpengaruh nyata. Nilai sensori warna dan aroma tertinggi terdapat pada perlakuan P3 3.80 (suka) dan 3.80 (suka), tekstur, rasa dan kekenyalan terdapat pada perlakuan P2 4.45 (suka) 4.47 (suka) dan 4.43 (suka). Nilai uji proksimat terbaik terdapat pada perlakuan D1 dengan nilai kadar air dan kadar lemak dengan nilai 19.76% , dan 5.51% dan kadar karbohidrat total 60.87%. Kata Kunci: Dodol, bubur daging buah nipah, nilai sensori, tepung ketan putih</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/article/view/25087</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jfp.v5i1.25087</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Fish Protech; Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 1 April 2022; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2621-1475</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jfp.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/article/view/25087/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Fish Protech</dc:rights>
</oai_dc:dc>