Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGARUH PENAMBAHAN GULA STEVIA (Stevia rebaudiana) PADA PEMBUATAN SELAI MENTIMUN (Cucumis sativus) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN UMUR SIMPAN SERTA SIFAT KIMIAWI

Jurnal Sains dan Teknologi Pangan · Vol. 9 No. 2 (2024)

DOI
10.33772/jstp.v9i2.47841
ISSN
2527-6271
Published
2024-04-30
Publisher
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan gula stevia (Stevia rebaudiana) terhadap sifat organoleptik, umur simpan, dan sifat kimiawi selai mentimun. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 1 faktor yaitu penambahan gula stevia pada pembuatan selai mentimun, yaitu sebanyak S1=60g, S2=70g, S3=80g, S4=90g, dan S5=100g. Hasil pengujian organoleptik hedonik menunjukkan bahwa penambahan gula stevia memengaruhi warna dan tesktur secara signifikan. Sampel dengan penambahan gula stevia (S1) adalah sampel yang memiliki kategori kesukaan tertinggi untuk semua atribut sensorik yaitu suka. Penambahan gula stevia pada selai mentimun memberikan pengaruh sangat nyata pada penilaian organoleptik hedonik warna, berpengaruh nyata untuk tekstur dan berpengaruh tidak nyata untuk aroma dan rasa. Sedangkan pada penilaian organoleptik deskriptif warna penambahan gula stevia tidak berpengaruh nyata, berpengaruh sangat nyata untuk daya oles dan tidak berpengaruh nyata untuk tingkat kemanisan.Perlakuan terbaik ini kemudian dianalisis umur simpan dan sifat kimiawi serta dibandingkan dengan selai yang dibuat dari penambahan gula pasir. Umur simpan dari sampel penambahan gula stevia 7 hari lebih lama dari penambahan gula pasir. Pada uji karakteristik kimia kadar serat kasar, padatan terlarut, dan pH dari sampel yang menggunakan gula stevia yaitu 2,44%, 80%, dan 5,22, sedangkan sampel dengan penambahan gula pasir yaitu 1,61%, 66,67%, dan 5,9

Collaboration network of the authors

40 authors · 94 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Syiah Kuala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo13
SRI WAHYUNIAffiliation unknown12
Muhammad SyukriUniversitas Syiah Kuala8
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo7
Sakir SakirAffiliation unknown6
Yusna IndarsyihUniversitas Halu Oleo3
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo3
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo3
Ikram IkramAffiliation unknown2
Rosmawaty RosmawatyAffiliation unknown2
Sitti HAJJAH AwaliyahAffiliation unknown2
Weka Gusmiarty AbdullahUniversitas Halu Oleo2
SRI REJEKIUniversitas Halu Oleo2
Nur AsyikUniversitas Halu Oleo2
Munirwan ZaniUniversitas Halu Oleo1
Lukman YunusAffiliation unknown1
La Ode Arfan DeduAffiliation unknown1
Haji SaedimanUniversitas Halu Oleo1
Farah AmiratAffiliation unknown1
Muhamad SafarAffiliation unknown1
Darno DarnoAffiliation unknown1
I Gede MardiantaAffiliation unknown1
Lisa LisaUniversitas Halu Oleo1
Ilham La OdeAffiliation unknown1
Febriani FebrianiAffiliation unknown1
Jannatin JannatinAffiliation unknown1
Ayu Putri WahyuningsihAffiliation unknown1
Yusna IndarsihAffiliation unknown1
Munawir DiraeliAffiliation unknown1
Noval Ivandri RenggaalaAffiliation unknown1
Bilmuminin BilmumininAffiliation unknown1
Aldi HidayatAffiliation unknown1
Resen Yusmitha MustaharaAffiliation unknown1
resa pahlepiAffiliation unknown1
setiawan adi pratamaAffiliation unknown1
Sisi WulandariAffiliation unknown1
Andi gamuAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jstp/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENAMBAHAN GULA STEVIA (Stevia rebaudiana) PADA PEMBUATAN SELAI MENTIMUN (Cucumis sativus) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN UMUR SIMPAN SERTA SIFAT KIMIAWI</dc:title>
	<dc:creator>Padillah, Delni Umy</dc:creator>
	<dc:creator>Faradilla, RH Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Sarinah, Sarinah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan gula stevia (Stevia rebaudiana) terhadap sifat organoleptik, umur simpan, dan sifat kimiawi selai mentimun. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 1 faktor yaitu penambahan gula stevia pada pembuatan selai mentimun, yaitu sebanyak S1=60g, S2=70g, S3=80g, S4=90g, dan S5=100g. Hasil pengujian organoleptik hedonik menunjukkan bahwa penambahan gula stevia memengaruhi warna dan tesktur secara signifikan. Sampel dengan penambahan gula stevia (S1) adalah sampel yang memiliki kategori kesukaan tertinggi untuk semua atribut sensorik yaitu suka. Penambahan gula stevia pada selai mentimun memberikan pengaruh sangat nyata pada penilaian organoleptik hedonik warna, berpengaruh nyata untuk tekstur dan berpengaruh tidak nyata untuk aroma dan rasa. Sedangkan pada penilaian organoleptik deskriptif warna penambahan gula stevia tidak berpengaruh nyata, berpengaruh sangat nyata untuk daya oles dan tidak berpengaruh nyata untuk tingkat kemanisan.Perlakuan terbaik ini kemudian dianalisis umur simpan dan sifat kimiawi serta dibandingkan dengan selai yang dibuat dari penambahan gula pasir. Umur simpan dari sampel penambahan gula stevia 7 hari lebih lama dari  penambahan gula pasir. Pada uji karakteristik kimia kadar serat kasar, padatan terlarut, dan  pH dari sampel yang menggunakan gula stevia yaitu 2,44%, 80%, dan 5,22, sedangkan sampel dengan penambahan gula pasir yaitu 1,61%, 66,67%, dan 5,9</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jstp/article/view/47841</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jstp.v9i2.47841</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Pangan; Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan</dc:source>
	<dc:source>2527-6271</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jstp.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jstp/article/view/47841/20085</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Sains dan Teknologi Pangan</dc:rights>
</oai_dc:dc>