Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Penyusunan Instrumen Asesmen Diagnostik untuk Persiapan Kurikulum Merdeka

Journal of Community Empowerment · Vol. 2 No. 2 (2022) · hlm. 67–73

DOI
10.15294/jce.v2i2.61886
ISSN
2798-5997, 2807-1115
Terbit
2022-08-31
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Program pengabdian masyarakat PEP Unnes berupa bimtek pendampingan penyusunan instrument asesmen diagnostik bagi Guru SD di kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang merupakan upaya konkret dalam membantu peningkatan kualitas pendidikan, yaitu untuk memberikan pemahaman tentang assesmen diagnostik, khususnya kepada peserta kegiatan yaitu guru - guru di kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan pengabdian. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode dengan teori teori Seven-Stage Model of Program Planning and Development yang dikembangkan oleh Welsh, sedangkan analisis pengabdian ini menggunakan analisis kuantitatif & kualitatif. Peserta Bimtek berasal dari guru SD sewilayah Korwilcam Bidang Pendidikan kecamatan Banyubiru berjumlah 30 orang. Instrument pendukung pengabdian ini adalah lembar pretest, kuesioner evaluasi program dan instrumen tes hasil karya guru-guru yang mengikuti bimtek. Materi bimtek terdiri atas 4 poin, yaitu tentang implementasi kurikulum merdeka, pengenalan asesmen diagnostik, penyusunan instrumen penilaian diagnostik dan terakhir tentang analisis butir. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa diantara 4 materi bimtek yang disampaikan, peserta paling menguasai tentang implementasi kurikulum merdeka, yaitu sebanyak 74%, yang benar-benar menguasai tentang asesmen diagnostik sebanyak 70% peserta. Adapun tentang penyusunan dan analisis butir, peserta yang benar-benar menguasai hanya sejumlah 36% dan ada 1 peserta yang menyatakan belum begitu menguasai (semua materi) secara detail. Manfaat yang didapatkan peserta setelah mengikuti bimtek ini adalah dapat menambah pengetahuan tentang asesmen diagnostik yang dilakukan dalam pembelajaran di kelas; Menerima secara teknis tentang penilaian assesmen diagnostik sehingga dapat diterapkan dalam keseharian pembelajaran, paling tidak acuan cukup jelas; dapat memahami perubahan kurikulum saat ini, dan mendapatkan trik mengajar sesuai kurikulum yang berlaku. Abstract The PEP Unnes community service program in the form of technical guidance and assistance in the preparation of diagnostic assessment instruments for elementary school teachers in the Banyubiru sub-district, Semarang Regency, is a concrete effort to help improve the quality of education to provide an understanding of diagnostic assessments, especially to activity participants, namely teachers in the Banyubiru sub-district, Semarang district. The implementation of this service uses a method with the theory of the Seven-Stage Model of Program Planning and Development developed by Welsh. This analysis uses qualitative descriptive. This article aims to analyze the implementation of community service program activity. The participants of the Bimtek came from elementary school teachers in the Education Sector Korwilcam, Banyubiru sub-district totaling 30 people. The supporting instruments for this service are pretest sheets, program evaluation questionnaires and test instruments created by teachers who follow the technical guidance. The material for technical guidance consists of 4 points, namely the implementation of an independent curriculum, introduction to diagnostic assessments, preparation of diagnostic assessment instruments and finally item analysis. The results of the service showed that among the 4 technical guidance materials presented, the participants most mastered the implementation of the independent curriculum, as many as 74%, who really mastered the diagnostic assessment as many as 70% of the participants. As for the preparation and analysis of items, only 36% of participants actually mastered it and there was 1 participant who stated that they had not mastered (all the material) in detail. The benefits that participants get after participating in this technical guidance are that they can increase their knowledge of diagnostic assessments carried out in classroom learning; Accept technically about the Diagnostic assessment so that it can be applied in daily learning, at least the reference is clear enough; can understand the current curriculum changes, and get teaching tricks according to the applicable curriculum.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 251 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Airlangga
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sri HaryaniAfiliasi tidak diketahui11
Bambang SubaliAfiliasi tidak diketahui10
Kartono KartonoUniversitas Airlangga9
Muhammad KhumaediAfiliasi tidak diketahui9
Sigit PriatmokoState University of Semarang8
Sigit SaptonoState University of Semarang8
Sri WardaniState University of Semarang7
Arif WidiyatmokoState University of Semarang7
Nanik WijayatiState University of Semarang6
Ellianawati EllianawatiState University of Semarang6
Sri NurhayatiState University of Semarang5
Kasmui KasmuiState University of Semarang5
Putut MarwotoState University of Semarang5
Budi AstutiAfiliasi tidak diketahui5
Jumaeri JumaeriAfiliasi tidak diketahui5
Sri Susilogati SumartiState University of Semarang5
Saiful RidloState University of Semarang5
Hartono HartonoAfiliasi tidak diketahui5
Murbangun NuswowatiState University of Semarang4
Eko Budi SusatyoAfiliasi tidak diketahui4
Aditya MariantiAfiliasi tidak diketahui4
Supartono SupartonoAfiliasi tidak diketahui4
Kasmadi Imam SupardiState University of Semarang4
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang4
Woro SumarniState University of Semarang4
Triastuti SulistyaningsihAfiliasi tidak diketahui4
R. SusantiAfiliasi tidak diketahui4
Sudarmin SudarminAfiliasi tidak diketahui4
Suharto LinuwihAfiliasi tidak diketahui4
Wiyanto WiyantoState University of Semarang3
Harjito HarjitoAfiliasi tidak diketahui3
Edy CahyonoState University of Semarang3
Sulhadi SulhadiAfiliasi tidak diketahui3
Sarwi SarwiAfiliasi tidak diketahui3

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/JCE/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyusunan Instrumen Asesmen Diagnostik untuk Persiapan Kurikulum Merdeka</dc:title>
	<dc:creator>Supriyadi, Supriyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Lia, Roudloh Muna</dc:creator>
	<dc:creator>Rusilowati, Ani</dc:creator>
	<dc:creator>Isnaeni, Wiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Susilaningsih, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Suraji, Suraji</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak 
Program pengabdian masyarakat PEP Unnes berupa bimtek pendampingan penyusunan instrument asesmen diagnostik bagi Guru SD di kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang merupakan upaya konkret dalam membantu peningkatan kualitas pendidikan, yaitu untuk memberikan pemahaman tentang assesmen diagnostik, khususnya kepada peserta kegiatan yaitu guru - guru di kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan pengabdian. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode dengan teori teori Seven-Stage Model of Program Planning and Development yang dikembangkan oleh Welsh, sedangkan analisis pengabdian ini menggunakan analisis kuantitatif &amp;amp; kualitatif. Peserta Bimtek berasal dari guru SD sewilayah Korwilcam Bidang Pendidikan kecamatan Banyubiru berjumlah 30 orang. Instrument pendukung pengabdian ini adalah lembar pretest, kuesioner evaluasi program dan instrumen tes hasil karya guru-guru yang mengikuti&amp;nbsp; bimtek. Materi bimtek terdiri atas 4 poin, yaitu tentang implementasi kurikulum merdeka, pengenalan asesmen diagnostik, penyusunan instrumen penilaian diagnostik dan terakhir tentang analisis butir. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa diantara 4 materi bimtek yang disampaikan, peserta paling menguasai tentang implementasi kurikulum merdeka, yaitu sebanyak 74%, yang benar-benar menguasai tentang asesmen diagnostik sebanyak 70% peserta. Adapun tentang penyusunan dan analisis butir, peserta yang benar-benar menguasai hanya sejumlah 36% dan ada 1 peserta yang menyatakan belum begitu menguasai (semua materi) secara detail. Manfaat yang didapatkan peserta setelah mengikuti bimtek ini adalah dapat menambah pengetahuan tentang asesmen diagnostik yang dilakukan dalam pembelajaran di kelas; Menerima secara teknis tentang penilaian assesmen diagnostik sehingga dapat diterapkan dalam keseharian pembelajaran, paling tidak acuan cukup jelas; dapat memahami perubahan kurikulum saat ini, dan mendapatkan trik mengajar sesuai kurikulum yang berlaku.
&amp;nbsp;
Abstract
The PEP Unnes community service program in the form of technical guidance and assistance in the preparation of diagnostic assessment instruments for elementary school teachers in the Banyubiru sub-district, Semarang Regency, is a concrete effort to help improve the quality of education to provide an understanding of diagnostic assessments, especially to activity participants, namely teachers in the Banyubiru sub-district, Semarang district. The implementation of this service uses a method with the theory of the Seven-Stage Model of Program Planning and Development developed by Welsh. This analysis uses qualitative descriptive. This article aims to analyze the implementation of community service program activity. The participants of the Bimtek came from elementary school teachers in the Education Sector Korwilcam, Banyubiru sub-district totaling 30 people. The supporting instruments for this service are pretest sheets, program evaluation questionnaires and test instruments created by teachers who follow the technical guidance. The material for technical guidance consists of 4 points, namely the implementation of an independent curriculum, introduction to diagnostic assessments, preparation of diagnostic assessment instruments and finally item analysis. The results of the service showed that among the 4 technical guidance materials presented, the participants most mastered the implementation of the independent curriculum, as many as 74%, who really mastered the diagnostic assessment as many as 70% of the participants. As for the preparation and analysis of items, only 36% of participants actually mastered it and there was 1 participant who stated that they had not mastered (all the material) in detail. The benefits that participants get after participating in this technical guidance are that they can increase their knowledge of diagnostic assessments carried out in classroom learning; Accept technically about the Diagnostic assessment so that it can be applied in daily learning, at least the reference is clear enough; can understand the current curriculum changes, and get teaching tricks according to the applicable curriculum.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/JCE/article/view/61886</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jce.v2i2.61886</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Community Empowerment; Vol 2 No 2 (2022): Journal of Community Empowerment; 67-73</dc:source>
	<dc:source>2798-5997</dc:source>
	<dc:source>2807-1115</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jce.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/JCE/article/view/61886/22862</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Journal of Community Empowerment</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ajpesh</dc:rights>
</oai_dc:dc>