Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAJIAN KUALITAS SENSORI DAN PROKSIMAT KERUPUK DENGAN PROPORSI DAGING KALANDUE (Polymesoda erosa) DAN TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA

Jurnal Fish Protech · Vol. 1 No. 2 (2018) · pp. 113–123

DOI
10.33772/jfp.v1i2.4896
ISSN
2621-1475
Published
2018-11-19
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proposi dari daging kalandue dan tepung tapioka terhadap kualitas sensori (kenampakan (warna), bau, rasa, kerenyahan, tekstur), komposisi proksimat, dan daya kembang dari kerupuk kalandue. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan berdasarkan proporsi daging kalandue dan tepung tapioka proportion (A = daging kalandue: tepung tapioka ( 10 %: 90 % (b/b)), (B = daging kalandue: tepung tapioka (20 %: 80 % (b/b)) and ( C = daging kalandue: tepung tapioka (30 %: 70 % (b/b)) dan 4 ulangan dimana mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang terkumpul secara statistik dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Varians) pada taraf nyata 5% lalu lebih lanjut dianalisis menggunakan DMRT (Duncan Multiplate Test Range) jika nampak perbedaan nyata. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan proporsi dari daging kalandue dan tepung tapioka dikuti dengan perbedaan kualitas sensori terutama warna, tekstur dan kerenyahan. Hasil terbaik untuk nilai sensori terlihat oleh perlakuan A yang mana memiliki nilai kenampakan 6,68, tekstur 6,80 dan kerenyahan 3,82 berturut-turut, sedangkan atribut sensori yang lain tidak menunjukkan perbedaan nyata. Komposisi proksimat perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan C yaitu kadar (air, protein, abu, lemak, dan BETN (Bahan Ektrak Tanpa Nitrogen)), dimana air 4,39%, protein 11,81%, abu 5,97%, lemak 24,42% dan BETN 68,23%. Perlakuan A menunjukkan perlakuan tebaik untuk volume pengembangan dengan persentase 298,29%.Kata kunci: daging kalandue (Polymesoda erosa), sensori, proksimat, volume pengembangan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 105 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Politeknik Negeri Balikpapan
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Kobajashi Togo IsamuAffiliation unknown18
Haslianti HasliantiAffiliation unknown9
Asnani AsnaniAffiliation unknown8
Andi Besse PatadjaiAffiliation unknown4
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo3
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo3
Shalawatun Amaliah FatimahAffiliation unknown2
Moh. Nuh IbrahimAffiliation unknown2
Mita Gebriella IntheAffiliation unknown2
Rita SaharaAffiliation unknown2
Karmila DawistaAffiliation unknown1
Arum Ayu Gustiara Absyah SalehAffiliation unknown1
Nita Pratiwi IdhamAffiliation unknown1
Asman AsmanAffiliation unknown1
Jusman JusmanAffiliation unknown1
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode SarinaAffiliation unknown1
Arsad ArsadAffiliation unknown1
Fajrin AssidikAffiliation unknown1
Erma YunikaAffiliation unknown1
Mimin Kaidah IndayaniAffiliation unknown1
Rahdi Fajar MiftahulkhairAffiliation unknown1
Ashar SuhadarAffiliation unknown1
Armin ArminPoliteknik Negeri Balikpapan1
SRI REJEKIUniversitas Halu Oleo1
Karmin KarminAffiliation unknown1
Asriadi RahmatAffiliation unknown1
Muhammad Syukri SadimantaraUniversitas Halu Oleo1
Aminarti AminartiAffiliation unknown1
Devi NataliaAffiliation unknown1
Eko BramatyaAffiliation unknown1
Yosi Ananda DewiAffiliation unknown1
La TandaAffiliation unknown1
Athira AthiraAffiliation unknown1
Noviyanti LundaAffiliation unknown1
Sakir SakirAffiliation unknown1
Rhenislawaty RhenislawatyAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KUALITAS SENSORI DAN PROKSIMAT KERUPUK DENGAN PROPORSI DAGING KALANDUE (Polymesoda erosa) DAN TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA</dc:title>
	<dc:creator>Thamrin, Meliyanti</dc:creator>
	<dc:creator>Ibrahim, Mohamad Nuh</dc:creator>
	<dc:creator>Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proposi dari daging kalandue dan tepung tapioka terhadap kualitas sensori (kenampakan (warna), bau, rasa, kerenyahan, tekstur), komposisi proksimat, dan daya kembang dari kerupuk kalandue. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan berdasarkan proporsi daging kalandue dan tepung tapioka proportion (A = daging kalandue : tepung tapioka ( 10 %: 90 % (b/b)),  (B = daging kalandue : tepung tapioka (20 %: 80 % (b/b))  and  ( C = daging kalandue : tepung tapioka  (30 % : 70 % (b/b))  dan 4 ulangan dimana mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang terkumpul secara statistik dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Varians) pada taraf nyata 5% lalu lebih lanjut dianalisis menggunakan DMRT (Duncan Multiplate Test Range) jika nampak perbedaan nyata. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan proporsi dari daging kalandue dan tepung tapioka dikuti dengan perbedaan kualitas sensori terutama warna, tekstur dan kerenyahan. Hasil terbaik untuk nilai sensori terlihat oleh perlakuan A yang mana memiliki nilai kenampakan 6,68, tekstur 6,80 dan kerenyahan 3,82 berturut-turut, sedangkan atribut sensori yang lain tidak menunjukkan perbedaan nyata. Komposisi proksimat perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan C yaitu kadar (air, protein, abu, lemak, dan BETN (Bahan Ektrak Tanpa Nitrogen)), dimana air 4,39%, protein 11,81%, abu 5,97%, lemak 24,42% dan BETN 68,23%. Perlakuan A menunjukkan perlakuan tebaik untuk volume pengembangan dengan persentase 298,29%.Kata kunci: daging kalandue (Polymesoda erosa), sensori, proksimat, volume  pengembangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/article/view/4896</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jfp.v1i2.4896</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Fish Protech; Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech; 113-123</dc:source>
	<dc:source>2621-1475</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jfp.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/article/view/4896/3679</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Fish Protech</dc:rights>
</oai_dc:dc>