Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

LAUT NATUNA: MAKNA DAN CERITA GENERASI MILENIAL DI PULAU TIGA, KABUPATEN NATUNA, KEPULAUAN RIAU

Jurnal Neo Societal · Vol. 7 No. 4 (2022) · pp. 190–199

DOI
10.52423/jns.v7i4.26549
ISSN
2503-359X
Published
2022-10-26
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna laut bagi generasi milenial di Pulau Tiga, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Adaptasi generasi milenial terhadap pengetahuan dan teknologi yang semakin maju yang melahirkan konstruksi makna laut yang merupakan ruang hidup mereka sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sesuai dengan permasalahan yang diangkat yaitu makna laut bagi generasi milenial di Natuna. Tulisan ini merupakan bagian dari refleksi penelitian tentang kebudayaan maritim. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif analitis. Adapun data yang digunakan berupa data primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi lapangan. Kemudian data sekunder didapatkan melalui dokumen pemerintah dan penelusuran repositori daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laut masih memiliki makna yang berarti bagi generasi milenial di Pulau Tiga, Kabupaten Natuna. Hanya saja generasi ini tidak lagi berorientasi pada bidang profesi atau pekerjaan pokok dari sektor lautan. Terdapat faktor-faktor yang diungkapkan dalam menggambarkan makna laut bagi generasi milenial di Pulau Tiga, Natuna, yaitu pengetahuan dan informasi, aktivitas, dan juga kepentingannya. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa laut masih memiliki makna penting bagi generasi milenial di Pulau Tiga, Natuna.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 108 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Gunadarma University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Syukri SadimantaraUniversitas Halu Oleo11
SRI REJEKIUniversitas Halu Oleo10
RH Fitri FaradillaAffiliation unknown10
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo8
Andi KhaeruniUniversitas Halu Oleo7
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo6
Asnani AsnaniAffiliation unknown5
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo4
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo3
Nur AsyikUniversitas Halu Oleo2
Sarinah SarinahAffiliation unknown2
LIANTO -Affiliation unknown1
Fitrianingsih FitrianingsihGunadarma University1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Nabila UkhtyAffiliation unknown1
Akbardiansyah AkbardiansyahAffiliation unknown1
Taslim TaslimAffiliation unknown1
Nurdin SalamaAffiliation unknown1
Jesrin JesrinAffiliation unknown1
Sarlina SarlinaAffiliation unknown1
Nur Sakinah AdnanAffiliation unknown1
Almin AlminAffiliation unknown1
Waode Iralistar IralistariAffiliation unknown1
Iin PratiwiAffiliation unknown1
Imelda Mustika TanakaAffiliation unknown1
Herni HerniAffiliation unknown1
Mirna SariAffiliation unknown1
Siska AhmadAffiliation unknown1
Thamrin AzisAffiliation unknown1
Holilah HolilahAffiliation unknown1
Dian Puspita DewiAffiliation unknown1
Citra JuwitaAffiliation unknown1
Marni RahayuAffiliation unknown1
Ari HastutiAffiliation unknown1
Amin HidayatAffiliation unknown1
Muhammad Rahmad RamadhanAffiliation unknown1
Dina WatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LAUT NATUNA: MAKNA DAN CERITA GENERASI MILENIAL DI PULAU TIGA, KABUPATEN NATUNA, KEPULAUAN RIAU</dc:title>
	<dc:creator>Igiasi, Teguh Setiandika</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Sri -</dc:creator>
	<dc:creator>Niko, Nikodemus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Generasi Milenial; Makna Laut; Maritim; Natuna; Pulau Tiga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna laut bagi generasi milenial di Pulau Tiga, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Adaptasi generasi milenial terhadap pengetahuan dan teknologi yang semakin maju yang melahirkan konstruksi makna laut yang merupakan ruang hidup mereka sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sesuai dengan permasalahan yang diangkat yaitu makna laut bagi generasi milenial di Natuna. Tulisan ini merupakan bagian dari refleksi penelitian tentang kebudayaan maritim. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif analitis. Adapun data yang digunakan berupa data primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi lapangan. Kemudian data sekunder didapatkan melalui dokumen pemerintah dan penelusuran repositori daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laut masih memiliki makna yang berarti bagi generasi milenial di Pulau Tiga, Kabupaten Natuna. Hanya saja generasi ini tidak lagi berorientasi pada bidang profesi atau pekerjaan pokok dari sektor lautan. Terdapat faktor-faktor yang diungkapkan dalam menggambarkan makna laut bagi generasi milenial di Pulau Tiga, Natuna, yaitu pengetahuan dan informasi, aktivitas, dan juga kepentingannya. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa laut masih memiliki makna penting bagi generasi milenial di Pulau Tiga, Natuna.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">FISIP, Universitas Maritim Raja Ali Haji</dc:contributor>
	<dc:date>2022-10-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/26549</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/jns.v7i4.26549</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Neo Societal; Vol 7, No 4 (2022): Edisi Oktober; 190 - 199</dc:source>
	<dc:source>2503-359X</dc:source>
	<dc:source>10.52423/jns.v7i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/26549/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Teguh Setiandika Igiasi, Sri - Wahyuni, Nikodemus Niko</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>