Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pentingnya Koneksi Matematika dan Self-Efficacy pada Pembelajaran Matematika SMA

PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika · Vol. 2 (2019) · hlm. 679–686

ISSN
2613-9189
Terbit
2019-02-26
Penerbit
Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Bahasa
eng

Abstrak

Matematika merupakan pengetahuan universal yang berperan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan lain dan memecahkan masalah di kehidupan nyata. Menurut National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) (2000), terdapat lima standar proses dalam pembelajaran matematika, salah satunya adalah koneksi. Pada pembelajaran matematika SMA, kemampuan koneksi matematika sangat diperlukan siswa yaitu pada mata pelajaran matematika itu sendiri, pada mata pelajaran selain matematika, maupun dalam memecahkan masalah di kehidupan nyata. Pemecahan masalah matematika memerlukan kemampuan koneksi matematika untuk dapat menghubungkan antar ide matematika guna mencari solusi masalah. Rasa percaya diri merupakan salah satu dari beberapa nilai karakter yang ditumbuhkan dalam pembelajaran. Untuk menghadapi suatu masalah diperlukan suatu sikap keyakinan atas kemampuan diri sendiri yang dikenal dengan istilah self-efficacy. Sikap ini dapat berpengaruh terhadap motivasi dan kinerja siswa pada pembelajaran matematika. Dengan demikian, kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika. Diperlukan model pembelajaran yang dapat mendukung penggunaan kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy dalam pembelajaran matematika yang disesuaikan dengan pembelajaran abad ke-XXI. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah IDEAL Problem Solving berbantuan ICT. Model pembelajaran ini memiliki kelebihan lebih fleksibel dalam penerapannya. Selain itu, melalui penambahan penggunaan ICT diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 230 tautan kepenulisan bersama · 4 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Airlangga
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Rochmad RochmadAfiliasi tidak diketahui38
Kartono KartonoUniversitas Airlangga24
Scolastika MarianiAfiliasi tidak diketahui14
Masrukan MasrukanState University of Semarang9
Isnaini RosyidaAfiliasi tidak diketahui8
Amin SuyitnoAfiliasi tidak diketahui7
Iwan JunaediAfiliasi tidak diketahui6
Mohammad AsikinAfiliasi tidak diketahui6
Hardi SuyitnoAfiliasi tidak diketahui6
Mukh DoyinAfiliasi tidak diketahui5
Sumartini SumartiniAfiliasi tidak diketahui5
Budi WaluyaAfiliasi tidak diketahui5
Mashuri MashuriAfiliasi tidak diketahui5
Novira Rahmadian MahendraAfiliasi tidak diketahui5
Dwijanto DwijantoAfiliasi tidak diketahui5
Adi Nur CahyonoAfiliasi tidak diketahui4
Kristina WijayantiAfiliasi tidak diketahui4
Stevanus Budi WaluyaAfiliasi tidak diketahui4
Arief AgoestantoAfiliasi tidak diketahui4
Tri Sri Noor AsihAfiliasi tidak diketahui4
Nur Karomah DwidayatiAfiliasi tidak diketahui4
Ani RusilowatiState University of Semarang3
U’um QomariyahAfiliasi tidak diketahui3
Rahayu Budhiati VeronicaAfiliasi tidak diketahui3
Zaenuri ZaenuriState University of Semarang3
Sugiman SugimanState University of Semarang3
Endang Retno WinartiAfiliasi tidak diketahui3
Nurkaromah DwidayatiAfiliasi tidak diketahui3
Walid WalidState University of Semarang3
YL SukestiyarnoAfiliasi tidak diketahui3
Megita Dwi PamungkasAfiliasi tidak diketahui2
Arka YanitamaState University of Semarang2
Asep Purwo Yudi UtomoAfiliasi tidak diketahui2
Rossi Galih KesumaAfiliasi tidak diketahui2
Riyadi WidhiyantoAfiliasi tidak diketahui2
Adi Satrio ArdiansyahAfiliasi tidak diketahui2

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pentingnya Koneksi Matematika dan Self-Efficacy pada Pembelajaran Matematika SMA</dc:title>
	<dc:creator>Ningrum, Herlina Ulfa</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyono, Mulyono</dc:creator>
	<dc:creator>Isnarto, Isnarto</dc:creator>
	<dc:creator>Wardono, Wardono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Matematika merupakan pengetahuan universal yang berperan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan lain dan memecahkan masalah di kehidupan nyata. Menurut National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) (2000), terdapat lima standar proses dalam pembelajaran matematika, salah satunya adalah koneksi. Pada pembelajaran matematika SMA, kemampuan koneksi matematika sangat diperlukan siswa yaitu pada mata pelajaran matematika itu sendiri, pada mata pelajaran selain matematika, maupun dalam memecahkan masalah di kehidupan nyata. Pemecahan masalah matematika memerlukan kemampuan koneksi matematika untuk dapat menghubungkan antar ide matematika guna mencari solusi masalah. Rasa percaya diri merupakan salah satu dari beberapa nilai karakter yang ditumbuhkan dalam pembelajaran. Untuk menghadapi suatu masalah diperlukan suatu sikap keyakinan atas kemampuan diri sendiri yang dikenal dengan istilah self-efficacy. Sikap ini dapat berpengaruh terhadap motivasi dan kinerja siswa pada pembelajaran matematika. Dengan demikian, kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika. Diperlukan model pembelajaran yang dapat mendukung penggunaan kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy dalam pembelajaran matematika yang disesuaikan dengan pembelajaran abad ke-XXI. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah IDEAL Problem Solving berbantuan ICT. Model pembelajaran ini memiliki kelebihan lebih fleksibel dalam penerapannya. Selain itu, melalui penambahan penggunaan ICT diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Matematika FMIPA UNNES</dc:publisher>
	<dc:date>2019-02-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/29237</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; 679-686</dc:source>
	<dc:source>2613-9189</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/29237/12889</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>