Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Kelayakan Implementasi Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di Kota Baubau

Jurnal Perencanaan Wilayah · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 222–233

DOI
10.33772/jpw.v7i2.28444
ISSN
2502-4205
Published
2022-11-10
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

ABSTRACTScheduled Sludge Service (SSS) is a program designed by the government to manage fecal waste so as to create proper sanitation conditions for the community. Baubau City has the opportunity to implement a SSS, because since 2011 the Wakonti Sewage Treatment Plant (STP) has been built with a capacity of 40 m3/day. This study was aimed at analyzing the feasibility of SSS program and its implementation strategy in Baubau City. The research was conducted by analyzing the potential of the research city such as regional data, sanitation conditions, conditions of desludging services, sewage treatment, the agencies involved, policies and regulations as well as implementation procedures and aspects of scheduled sewage services such as operating patterns, customers, infrastructure, institutions., procedures, finances and regulations. The results of the gap analysis show that Baubau City is feasible to implement the LLTT program. However, it should be noted to the Baubau City government to follow up on deficiencies such as operating patterns, procedures and related rules to maximize this program. Based on the results of the SWOT analysis, seven strategies were produced that can support the implementation of LLTT in Baubau City including: 1) Agreeing on service principles, 2) Accelerating the ratification of the Regional Regulation on LLTT, 3) Determining service zones, desludging patterns and desludging periods, 4) Increasing access to water services waste, 5) Forming a regional technical implementing unit, 6) Increasing funding allocation, and 7) Maximizing the active role of the government.Keywords: Baubau City, SSS, Wakonti STP, SWOT AnalysisABSTRAKLayanan lumpur tinja terjadwal (LLTT) merupakan program yang dirancang pemerintah untuk mengelolah limbah tinja sehingga menciptakan kondisi sanitasi yang layak bagi masyarakat. Kota Baubau memiliki peluang untuk mengimplementasikan kegiatan LLTT, karena sejak tahun 2011 telah dibangun fasilias Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Wakonti dengan kapasitas 40 m3/hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan program LLTT dan strategi implementasinya di Kota Baubau. Penelitian dilakukan dengan menganalisis potensi kota penelitian seperti data wilayah, kondisi sanitasi, kondisi layanan sedot tinja, pengolahan lumpur tinja, instansi yang terlibat, kebijakan dan peraturan serta prosedur pelaksanaan dan aspek-aspek layanan lumpur tinja terjadwal seperti pola operasi, pelanggan, infrastruktur, kelembagaan, prosedur, finansial dan aturan. Hasil analisis gap/kesenjangan penelitian menunjukkan bahwa Kota Baubau layak untuk mengimplementasikan program LLTT. Namun, perlu menjadi catatan kepada pemerintah Kota Baubau untuk menindaklanjuti kekurangan-kekurangan seperti pola operasi, prosedur dan aturan yang terkait untuk memaksimalkan program ini. Berdasarkan hasil analisis SWOT, dihasilkan tujuh strategi yang dapat mendukung implementasi LLTT di Kota Baubau diantaranya: 1) Menyepakati prinsip layanan, 2) Mempercepat pengesahan Perda tentang LLTT, 3) Menentukkan zona pelayanan, pola penyedotan dan periode penyedotan, 4) Meningkatkan akses layanan air limbah, 5) Membentuk unit pelaksana teknis daerah, 6) Meningkatkan alokasi pendanaan, dan 7) Memaksimalkan peran aktif pemerintah.Kata Kunci: Kota Baubau, LLTT, IPLT Wakonti, Analisis SWOT

Collaboration network of the authors

40 authors · 142 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Syiah Kuala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo9
Muhammad Syukri SadimantaraUniversitas Halu Oleo6
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo5
SRI WAHYUNIAffiliation unknown4
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo3
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo3
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo3
RH Fitri FaradillaAffiliation unknown3
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo3
Nur AsyikUniversitas Halu Oleo3
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo2
Sarawa SarawaUniversitas Halu Oleo2
Rachmawati HasidUniversitas Halu Oleo2
Muhammad SyukriUniversitas Syiah Kuala2
Sakir SakirAffiliation unknown2
Dhian HerdhiansyahAffiliation unknown2
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo2
Abdu Rahman BacoAffiliation unknown2
SRI REJEKIUniversitas Halu Oleo2
Andi WidyantiAffiliation unknown2
LA KONTUUniversitas Halu Oleo1
MUHIDIN MUHIDINUniversitas Halu Oleo1
Afiati BahrawiAffiliation unknown1
Andi BahrunUniversitas Halu Oleo1
Arham ArhamAffiliation unknown1
Gusnawaty H.S. Gusnawaty H.S.Affiliation unknown1
Sumarlin SumarlinUniversitas Halu Oleo1
Hasbullah SyafAffiliation unknown1
La Ode Santiaji BandeAffiliation unknown1
Jamili JamiliAffiliation unknown1
Riska HerlinaAffiliation unknown1
Harjoni KilowasidAffiliation unknown1
Aminuddin Mane KandariUniversitas Halu Oleo1
Mani YusufAffiliation unknown1
Sufiana SufianaAffiliation unknown1
Erni PurnawatiAffiliation unknown1
Ade SahrulAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kelayakan Implementasi Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di Kota Baubau</dc:title>
	<dc:creator>Kasmawati, Kasmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Karimuna, La</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, La Ode Ahmad Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRACTScheduled Sludge Service (SSS) is a program designed by the government to manage fecal waste so as to create proper sanitation conditions for the community. Baubau City has the opportunity to implement a SSS, because since 2011 the Wakonti Sewage Treatment Plant (STP) has been built with a capacity of 40 m3/day. This study was aimed at analyzing the feasibility of SSS program and its implementation strategy in Baubau City. The research was conducted by analyzing the potential of the research city such as regional data, sanitation conditions, conditions of desludging services, sewage treatment, the agencies involved, policies and regulations as well as implementation procedures and aspects of scheduled sewage services such as operating patterns, customers, infrastructure, institutions. , procedures, finances and regulations. The results of the gap analysis show that Baubau City is feasible to implement the LLTT program. However, it should be noted to the Baubau City government to follow up on deficiencies such as operating patterns, procedures and related rules to maximize this program. Based on the results of the SWOT analysis, seven strategies were produced that can support the implementation of LLTT in Baubau City including: 1) Agreeing on service principles, 2) Accelerating the ratification of the Regional Regulation on LLTT, 3) Determining service zones, desludging patterns and desludging periods, 4) Increasing access to water services waste, 5) Forming a regional technical implementing unit, 6) Increasing funding allocation, and 7) Maximizing the active role of the government.Keywords: Baubau City, SSS, Wakonti STP, SWOT AnalysisABSTRAKLayanan lumpur tinja terjadwal (LLTT) merupakan program yang dirancang pemerintah untuk mengelolah limbah tinja sehingga menciptakan kondisi sanitasi yang layak bagi masyarakat. Kota Baubau memiliki peluang untuk mengimplementasikan kegiatan LLTT, karena sejak tahun 2011 telah dibangun fasilias Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Wakonti dengan kapasitas 40 m3/hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan program LLTT dan strategi implementasinya di Kota Baubau. Penelitian dilakukan dengan menganalisis potensi kota penelitian seperti data wilayah, kondisi sanitasi, kondisi layanan sedot tinja, pengolahan lumpur tinja, instansi yang terlibat, kebijakan dan peraturan serta prosedur pelaksanaan dan aspek-aspek layanan lumpur tinja terjadwal seperti pola operasi, pelanggan, infrastruktur, kelembagaan, prosedur, finansial dan aturan. Hasil analisis gap/kesenjangan penelitian menunjukkan bahwa Kota Baubau layak untuk mengimplementasikan program LLTT. Namun, perlu menjadi catatan kepada pemerintah Kota Baubau untuk menindaklanjuti kekurangan-kekurangan seperti pola operasi, prosedur dan aturan yang terkait untuk memaksimalkan program ini. Berdasarkan hasil analisis SWOT, dihasilkan tujuh strategi yang dapat mendukung implementasi LLTT di Kota Baubau diantaranya: 1) Menyepakati prinsip layanan, 2) Mempercepat pengesahan Perda tentang LLTT, 3) Menentukkan zona pelayanan, pola penyedotan dan periode penyedotan, 4) Meningkatkan akses layanan air limbah, 5) Membentuk unit pelaksana teknis daerah, 6) Meningkatkan alokasi pendanaan, dan 7) Memaksimalkan peran aktif pemerintah.Kata Kunci: Kota Baubau, LLTT, IPLT Wakonti, Analisis SWOT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/article/view/28444</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpw.v7i2.28444</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Perencanaan Wilayah; Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah; 222-233</dc:source>
	<dc:source>2502-4205</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpw.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/article/view/28444/16685</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Kasmawati Kasmawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>