Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

UJI SENSORI DAN KEAMANAN IKAN ASIN KATAMBA (Lethrinus lentjan) YANG DIPERDAGANGKAN DI KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI

Jurnal Fish Protech · Vol. 5 No. 2 (2022) · pp. 157–165

DOI
10.33772/jfp.v5i2.28394
ISSN
2621-1475
Published
2022-11-01
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Produk ikan yang diolah tradisional, seperti ikan asin, keamanannya ditentukan oleh ada tidaknya komponen berbahaya baik secara fisik, kimia, maupun mikroba. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemanan ikan asin katamba yang meliputi uji kadar formalin, kadar air, nilai pH, dan nilai total kapang yang diperdagangkan di Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel (Purposive sampling). Ada enam (6) sampel yang diperoleh dari tiga (3) pasar di Kecamatan Wangi-Wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel P1 dan P3 memenuhi standar SNI dari segi tampilan dengan skor yang diberikan sebesar 8,05 untuk P1 dan 7,20 untuk P3 dari segi aroma juga memenuhi standar SNI khususnya sampel P3 (8,00), P1 (7,95) dan P2 (7,50). Nilai tertinggi untuk rasa dicapai oleh sampel P1 dengan nilai yang diberikan sebesar 6,80, uji atribut sensori, tekstur juga memenuhi standar SNI dengan nilai yang diberikan sebesar 8,00, 8,10, dan 7,40 untuk P1, P3, dan P2 berturut-turut. Kandungan kapang tampak tertinggi ditunjukkan oleh sampel P1 (8,20) dan terendah ditunjukkan oleh sampel P5 (5,40). Kandungan formalin ditemukan pada 4 (empat) sampel yaitu sampel P2, P3, P4, dan P6, dan sisanya pada sampel P1 dan P5 positif. Kadar air tertinggi ditunjukkan oleh sampel P6 (43,31%) dan terendah ditunjukkan oleh sampel P3 (37,79) Nilai rentang pH tertinggi adalah P3 (7,79), dan nilai terendah untuk sampel adalah P4 (7,39). Kadar kapang tertinggi terdapat pada sampel P5 (3,7x103 koloni/g) sedangkan sampel lainnya kurang dari 10 koloni/g.

Collaboration network of the authors

40 authors · 98 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suwarjoyowirayatno SuwarjoyowirayatnoAffiliation unknown23
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo9
SRI REJEKIUniversitas Halu Oleo7
SRI WAHYUNIAffiliation unknown5
Andi Besse PatadjaiAffiliation unknown5
Mohammad Nuh IbrahimAffiliation unknown5
Moh. Nuh IbrahimAffiliation unknown4
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo4
Nur AsyikUniversitas Halu Oleo3
Mohamad Nuh IbrahimAffiliation unknown3
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo3
Nur illiyin AkibAffiliation unknown2
Ari SartinahUniversitas Halu Oleo2
Haslianti HasliantiAffiliation unknown2
Maharani MaharaniAffiliation unknown2
Selin LolopayungAffiliation unknown2
Laode Muhamad Hazairin NadiaAffiliation unknown2
Zainuddin ZainuddinAffiliation unknown1
Muh. Yusuf HidayatUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar1
Haji SaedimanUniversitas Halu Oleo1
Surni SurniAffiliation unknown1
Farida FaridaAffiliation unknown1
Arum Ayu Gustiara Absyah SalehAffiliation unknown1
Yusra YusraAffiliation unknown1
Shalawatun Amaliah FatimahAffiliation unknown1
Nita Pratiwi IdhamAffiliation unknown1
Asman AsmanAffiliation unknown1
Anita Komala SariAffiliation unknown1
Muh Alsere Bardian SahabaAffiliation unknown1
Nur Inayah MuhtarAffiliation unknown1
Fajrin AssidikAffiliation unknown1
Erma YunikaAffiliation unknown1
Mimin Kaidah IndayaniAffiliation unknown1
Feti FeraAffiliation unknown1
Karmin KarminAffiliation unknown1
Dina DinaAffiliation unknown1
Devi NataliaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI SENSORI DAN KEAMANAN IKAN ASIN KATAMBA (Lethrinus lentjan) YANG DIPERDAGANGKAN DI KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI</dc:title>
	<dc:creator>Salam, Salam</dc:creator>
	<dc:creator>Asnani, Asnani</dc:creator>
	<dc:creator>Isamu, Kobajashi Togo</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produk ikan yang diolah tradisional, seperti ikan asin, keamanannya ditentukan oleh ada tidaknya komponen berbahaya baik secara fisik, kimia, maupun mikroba. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemanan ikan asin katamba yang meliputi uji kadar formalin, kadar air, nilai pH, dan nilai total kapang yang diperdagangkan di Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel (Purposive sampling). Ada enam (6) sampel yang diperoleh dari tiga (3) pasar di Kecamatan Wangi-Wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel P1 dan P3 memenuhi standar SNI dari segi tampilan dengan skor yang diberikan sebesar 8,05 untuk P1 dan 7,20 untuk P3 dari segi aroma juga memenuhi standar SNI khususnya sampel P3 (8 ,00), P1 (7,95) dan P2 (7,50). Nilai tertinggi untuk rasa dicapai oleh sampel P1 dengan nilai yang diberikan sebesar 6,80, uji atribut sensori, tekstur juga memenuhi standar SNI dengan nilai yang diberikan sebesar 8,00, 8,10, dan 7,40 untuk P1 , P3, dan P2 berturut-turut. Kandungan kapang tampak tertinggi ditunjukkan oleh sampel P1 (8,20) dan terendah ditunjukkan oleh sampel P5 (5,40). Kandungan formalin ditemukan pada 4 (empat) sampel yaitu sampel P2, P3, P4, dan P6, dan sisanya pada sampel P1 dan P5 positif. Kadar air tertinggi ditunjukkan oleh sampel P6 (43,31%) dan terendah ditunjukkan oleh sampel P3 (37,79) Nilai rentang pH tertinggi adalah P3 (7,79), dan nilai terendah untuk sampel adalah P4 (7,39). Kadar kapang tertinggi terdapat pada sampel P5 (3,7x103 koloni/g) sedangkan sampel lainnya kurang dari 10 koloni/g.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/article/view/28394</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jfp.v5i2.28394</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Fish Protech; Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022; 157-165</dc:source>
	<dc:source>2621-1475</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jfp.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/article/view/28394/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Fish Protech</dc:rights>
</oai_dc:dc>