Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGARUH METODE THAWING YANG BERBEDA TERHADAP MUTU SENSORI DAN PROKSIMAT KERANG POKEA (Batissa violacea var. celebensis von. Martens 1897) BEKU

Jurnal Fish Protech · Vol. 7 No. 1 (2024) · pp. 43–50

DOI
10.33772/jfp.v7i1.48109
ISSN
2621-1475
Published
2024-07-07
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode thawing yang berbeda terhadap mutu sensori dan proksimat kerang pokea beku. Parameter yang diamati yaitu analisis sensori (kenampakan, aroma, dan tekstur), dan analisis proksimat (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan karbohidrat). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika hasil analisis menunjukan berbeda nyata maka dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu thawing menggunakan air hangat (P1), thawing menggunakan perendaman air (P2), dan thawing menggunakan suhu ruang (P3), dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisa sensori dari thawing daging kerang pokea beku berpengaruh nyata terhadap kenampakan, aroma, dan tekstur, sedangkan hasil analisa proksimat daging kerang pokea thawing berpengaruh nyata terhadap kadar lemak. Nilai sensori terbaik pada perlakuan (P1) dimana nilai kenampakan, bau dan tekstur masing-masing 7,4, 7,1, dan 6,5. Uji proksimat menunjukan bahwa perlakuan P2 mempunyai nilai kadar protein dan karbohidrat tertinggi yaitu 16,49% dan 0,78%. Selanjutnya pada perlakuan (P3) menunjukan kadar air dan kadar abu tertinggi masing-masng yaitu 71,18% dan 1,66%. Kadar lemak tertinggi pada perlakuan (P1) yaitu 11,90%.

Collaboration network of the authors

40 authors · 125 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Politeknik Negeri Balikpapan
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suwarjoyowirayatno SuwarjoyowirayatnoAffiliation unknown15
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo13
Asnani AsnaniAffiliation unknown12
SRI WAHYUNIAffiliation unknown10
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo8
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo7
Restu LibrianiAffiliation unknown5
Mohammad Nuh IbrahimAffiliation unknown5
Andi Besse PatadjaiAffiliation unknown4
Mohamad Nuh IbrahimAffiliation unknown4
Moh. Nuh IbrahimAffiliation unknown3
Mariani. LAffiliation unknown3
Laode Muhamad Hazairin NadiaAffiliation unknown3
RH Fitri FaradillaAffiliation unknown3
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo3
Nur illiyin AkibAffiliation unknown2
Ari SartinahUniversitas Halu Oleo2
La Ode HuliAffiliation unknown2
faris takzimAffiliation unknown2
Maharani MaharaniAffiliation unknown2
KHAIRUN NISAUniversitas Halu Oleo1
La RiandaAffiliation unknown1
Abdu Rahman BacoAffiliation unknown1
Djukrana WahabAffiliation unknown1
Salam SalamAffiliation unknown1
Safitri YaniAffiliation unknown1
Farida FaridaAffiliation unknown1
Yusra YusraAffiliation unknown1
Nita Pratiwi IdhamAffiliation unknown1
Asman AsmanAffiliation unknown1
Anita Komala SariAffiliation unknown1
Muh Alsere Bardian SahabaAffiliation unknown1
Selin LolopayungAffiliation unknown1
Nur Inayah MuhtarAffiliation unknown1
Fajrin AssidikAffiliation unknown1
Erma YunikaAffiliation unknown1
Armin ArminPoliteknik Negeri Balikpapan1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH METODE THAWING YANG BERBEDA TERHADAP MUTU SENSORI DAN PROKSIMAT KERANG POKEA (Batissa violacea var. celebensis von. Martens 1897) BEKU</dc:title>
	<dc:creator>Nurfila, Nurfila</dc:creator>
	<dc:creator>Isamu, Kobajashi Togo</dc:creator>
	<dc:creator>Rejeki, Sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode thawing yang berbeda terhadap mutu sensori dan proksimat kerang pokea beku. Parameter yang diamati yaitu analisis sensori (kenampakan, aroma, dan tekstur), dan analisis proksimat (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan karbohidrat). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika hasil analisis menunjukan berbeda nyata maka dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu thawing menggunakan air hangat (P1), thawing menggunakan perendaman air (P2), dan thawing menggunakan suhu ruang (P3), dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisa sensori dari thawing daging kerang pokea beku berpengaruh nyata terhadap kenampakan, aroma, dan tekstur, sedangkan hasil analisa proksimat daging kerang pokea thawing berpengaruh nyata terhadap kadar lemak. Nilai sensori terbaik pada perlakuan (P1) dimana nilai kenampakan, bau dan tekstur masing-masing 7,4, 7,1, dan 6,5. Uji proksimat menunjukan bahwa perlakuan P2 mempunyai nilai kadar protein dan karbohidrat tertinggi yaitu 16,49% dan 0,78%. Selanjutnya pada perlakuan (P3) menunjukan kadar air dan kadar abu tertinggi masing-masng yaitu 71,18% dan 1,66%. Kadar lemak tertinggi pada perlakuan (P1) yaitu 11,90%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/article/view/48109</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jfp.v7i1.48109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Fish Protech; Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Fish Protech Vol. 7 No. 1 April 2024; 43-50</dc:source>
	<dc:source>2621-1475</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jfp.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jfp/article/view/48109/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Fish Protech</dc:rights>
</oai_dc:dc>